MATERI PAI SD NEGERI 1 PENGADANG BERBASIS LITERASI DIGITAL
OLEH: SITI SIFAIYAH,S.PdI
TABAYYUN
UNTUK MENCEGAH BULLYING
A.
Apa Itu Tabayyun?
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar berita, cerita, atau pesan dari
teman, guru, keluarga, bahkan dari internet dan media sosial. Namun, tidak
semua informasi yang kita dengar itu benar. Oleh karena itu, Islam mengajarkan
kita untuk melakukan tabayyun.
Tabayyun
berarti mencari kejelasan atau memeriksa kebenaran suatu berita sebelum
mempercayai dan menyebarkannya.
Sebagai
pelajar muslim, kita harus berhati-hati ketika mendengar sesuatu tentang orang
lain. Jangan mudah percaya pada gosip, ejekan, fitnah, atau kabar yang belum
jelas kebenarannya.
Misalnya,
seorang siswa mendengar kabar bahwa temannya mencuri pensil di kelas. Karena
langsung percaya, teman-temannya mulai mengejek dan menjauhinya. Setelah
diperiksa guru, ternyata pensil itu hanya tertukar. Hal seperti ini bisa
membuat seseorang sedih dan menjadi korban bullying.
Bulliying
adalah tindakan menyakiti, mengejek, menghina, mengancam, atau mempermalukan
orang lain secara sengaja dan berulang-ulang.
Karena
itu, tabayyun sangat penting untuk mencegah bullying.
B.
Dalil Tentang Tabayyun
Allah
Swt. berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ
فَتَبَيَّنُوا
"Jika
datang kepadamu suatu berita, maka periksalah kebenarannya."
(QS. Al-Hujurat: 6)
Ayat
ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh langsung percaya pada berita
yang belum jelas. Kita harus memeriksa, bertanya, dan memastikan kebenarannya.
Rasulullah
saw. juga bersabda:
كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ
"Cukuplah
seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan semua yang ia dengar."
(HR. Muslim)
Hadis
ini mengajarkan agar kita tidak asal menyampaikan semua informasi tanpa
memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
C.
Tabayyun di Dunia Digital
Saat
ini banyak anak menggunakan telepon genggam, YouTube, game online, WhatsApp,
TikTok, atau media sosial lainnya. Di sana kita bisa menemukan banyak
informasi. Namun, tidak semuanya benar.
Kadang
ada pesan seperti:
- “Temanmu
menjelek-jelekkan kamu.”
- “Lihat
foto lucu ini, ayo sebarkan!”
- “Dia
anak paling nakal di sekolah.”
Jika
kita langsung percaya dan ikut menyebarkannya, kita dapat menyakiti perasaan
orang lain.
Inilah
yang disebut cyberbullying, yaitu bullying yang dilakukan melalui media
digital.
Contoh
cyberbullying:
- Menghina
teman di grup WhatsApp.
- Menulis
komentar kasar di media sosial.
- Menyebarkan
foto teman untuk ditertawakan.
- Membuat
julukan buruk di game online.
Islam
tidak membenarkan perilaku seperti itu.
D.
Cara Menerapkan Tabayyun untuk Mencegah Bullying
Sebagai
siswa muslim, kita dapat menerapkan tabayyun dengan cara:
- Tidak
mudah percaya gosip.
- Bertanya
kepada sumber yang benar.
- Tidak
ikut mengejek teman.
- Tidak
menyebarkan berita yang belum jelas.
- Menggunakan
media sosial dengan bijak.
Jika
ada berita tentang teman, tanyakan baik-baik kepada guru, orang tua, atau orang
yang bersangkutan.
E.
Hikmah Sikap Tabayyun
Orang
yang membiasakan tabayyun akan mendapatkan banyak manfaat, antara lain:
- Terhindar
dari dosa fitnah.
- Memiliki
banyak teman.
- Tidak
mudah terlibat pertengkaran.
- Menjadi
anak yang dipercaya.
- Membantu
menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Ringkasan
Tabayyun
berarti memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya.
Sikap tabayyun dapat mencegah bullying dan cyberbullying. Islam mengajarkan
umatnya untuk berhati-hati dalam menerima berita agar tidak menyakiti orang
lain.
2.
ETIKA BERKOMUNIKASI
A.
Pengertian Etika Berkomunikasi
Manusia
adalah makhluk sosial. Artinya, manusia membutuhkan orang lain dalam hidupnya.
Karena itu, manusia harus saling berbicara, mendengarkan, bertanya, dan bekerja
sama. Kegiatan saling berbicara dan menyampaikan pesan disebut komunikasi.
Dalam
Islam, komunikasi tidak hanya sekadar berbicara, tetapi juga harus dilakukan
dengan etika yang baik. Etika berkomunikasi adalah aturan atau cara berbicara
yang sopan, santun, jujur, dan menghargai orang lain.
Seorang
anak muslim harus belajar berbicara dengan baik kepada siapa pun, baik kepada
orang tua, guru, teman, maupun orang lain di media digital.
Misalnya,
ketika teman melakukan kesalahan, kita tidak boleh langsung memarahi, menghina,
atau mengejeknya. Sebaliknya, kita harus menasihati dengan kata-kata yang baik.
Perkataan
yang baik dapat membuat orang lain merasa senang dan dihargai. Sebaliknya,
perkataan kasar dapat membuat orang lain sedih, marah, bahkan menjadi korban
bullying.
B.
Dalil Tentang Etika Berkomunikasi
Allah
Swt. berfirman:
وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا
"Berkatalah
kepada manusia dengan perkataan yang baik."
(QS. Al-Baqarah: 83)
Ayat
ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus menggunakan kata-kata yang baik
kepada semua orang.
Rasulullah
saw. juga bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ
خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang
siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau
diam."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis
ini mengajarkan bahwa jika kita tidak mampu berkata baik, lebih baik kita diam
daripada menyakiti orang lain.
C.
Etika Berkomunikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Etika
berkomunikasi dapat dilakukan di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Contoh
etika berkomunikasi di rumah:
- Berbicara
sopan kepada orang tua.
- Tidak
membentak kakak atau adik.
- Mendengarkan
ketika orang lain berbicara.
Contoh
etika berkomunikasi di sekolah:
- Mengucapkan
salam kepada guru.
- Tidak
memotong pembicaraan teman.
- Menggunakan
kata “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”.
Ketika
kita berkomunikasi dengan baik, hubungan pertemanan akan menjadi lebih harmonis
dan menyenangkan.
D.
Etika Berkomunikasi di Dunia Digital
Saat
ini komunikasi tidak hanya dilakukan secara langsung. Banyak anak berkomunikasi
melalui WhatsApp, media sosial, game online, atau kolom komentar.
Walaupun
dilakukan melalui layar handphone atau komputer, etika tetap harus dijaga.
Beberapa
contoh komunikasi digital yang tidak baik adalah:
- Mengirim
pesan kasar.
- Mengejek
teman di grup kelas.
- Menulis
komentar menghina.
- Menyebarkan
kata-kata kebencian.
Perilaku
seperti itu dapat menyebabkan cyberbullying.
Cyberbullying
dapat membuat seseorang sedih, takut, malu, bahkan kehilangan rasa percaya
diri.
Karena
itu, sebelum mengirim pesan atau komentar, kita harus berpikir terlebih dahulu.
Tanyakan
pada diri sendiri:
- Apakah
kata-kata ini baik?
- Apakah
pesan ini menyakiti orang lain?
- Apakah
saya mau diperlakukan seperti ini?
Jika
jawabannya tidak baik, jangan dikirim.
E.
Cara Menerapkan Etika Berkomunikasi
Sebagai
siswa muslim, kita dapat menerapkan etika berkomunikasi dengan cara:
- Berbicara
sopan dan lembut.
- Menggunakan
kata-kata yang baik.
- Tidak
menghina, mengejek, atau membentak.
- Mendengarkan
saat orang lain berbicara.
- Berpikir
sebelum berbicara atau menulis komentar.
Sikap
ini penting agar kita terhindar dari perilaku bullying dan dapat menjadi
pribadi yang disukai banyak orang.
F.
Hikmah Etika Berkomunikasi
Orang
yang menjaga etika komunikasi akan memperoleh manfaat, antara lain:
- Disukai
teman dan guru.
- Memiliki
banyak sahabat.
- Terhindar
dari pertengkaran.
- Menjadi
pribadi santun dan berakhlak baik.
- Membantu
mencegah bullying dan cyberbullying.
Ringkasan
Etika
berkomunikasi adalah cara berbicara yang sopan, baik, dan menghargai orang
lain. Islam mengajarkan umatnya untuk berkata baik atau diam. Dengan menjaga
komunikasi, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, serta mencegah bullying
dan cyberbullying.
ETIKA
BERMEDIA SOSIAL UNTUK MENCEGAH BULLYING
A.
Mengenal Media Sosial
Pada
zaman sekarang, banyak anak sudah mengenal media sosial seperti WhatsApp,
YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, dan game online. Media sosial dapat
digunakan untuk belajar, mencari informasi, berbagi cerita, dan berkomunikasi
dengan teman.
Media
sosial memiliki banyak manfaat jika digunakan dengan benar. Misalnya, kita
dapat menonton video pembelajaran, berdiskusi dengan guru, atau mencari ilmu
pengetahuan.
Namun,
media sosial juga dapat membawa dampak buruk jika digunakan tanpa tanggung
jawab. Salah satunya adalah munculnya bullying di media sosial atau
cyberbullying.
Cyberbullying
adalah tindakan menyakiti, menghina, mengejek, mempermalukan, atau mengancam
orang lain melalui internet atau media digital.
Contohnya:
- Mengirim
komentar kasar.
- Mengejek
bentuk tubuh atau wajah teman.
- Menyebarkan
foto teman tanpa izin.
- Membuat
julukan buruk di media sosial.
- Mengeluarkan
teman dari grup untuk mempermalukannya.
Perilaku
seperti ini bertentangan dengan ajaran Islam.
B.
Dalil Tentang Menjaga Sikap terhadap Orang Lain
Allah
Swt. berfirman:
وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ
"Janganlah
kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk."
(QS. Al-Hujurat: 11)
Ayat
ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh menghina, mengejek, atau memberi julukan
buruk kepada orang lain.
Rasulullah
saw. bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
"Seorang
muslim adalah orang yang membuat muslim lainnya selamat dari lisan dan
tangannya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis
ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh menyakiti orang lain, baik
dengan ucapan, tulisan, maupun tindakan.
C.
Etika Bermedia Sosial Menurut Islam
Islam
mengajarkan umatnya untuk menggunakan media sosial dengan penuh tanggung jawab.
Beberapa
etika bermedia sosial yang harus dilakukan siswa muslim antara lain:
1.
Menggunakan Bahasa yang Sopan
Saat
menulis pesan, komentar, atau status, gunakan kata-kata yang baik dan santun.
Jangan
menulis:
“Dasar bodoh!”
“Jelek sekali kamu!”
“Tidak ada yang suka padamu!”
Gunakan
kata-kata yang lembut dan menghargai orang lain.
2.
Tidak Menyebarkan Informasi Negatif
Sebelum
membagikan berita, foto, atau video, pastikan informasinya benar.
Jangan
ikut menyebarkan gosip, fitnah, atau rumor tentang teman.
3.
Menghargai Privasi Orang Lain
Kita
tidak boleh menyebarkan foto, video, atau rahasia teman tanpa izin.
Setiap
orang berhak dihormati dan dijaga perasaannya.
4.
Tidak Ikut Cyberbullying
Kadang
seseorang tidak mengejek secara langsung, tetapi ikut memberi tanda suka,
tertawa, atau menyebarkan ejekan orang lain.
Perbuatan
itu juga termasuk mendukung bullying.
D.
Cara Mencegah Cyberbullying di Media Sosial
Sebagai
pelajar muslim, kita dapat membantu mencegah cyberbullying dengan cara:
- Berpikir
sebelum mengirim pesan atau komentar.
- Tidak
ikut menghina atau mengejek teman.
- Melaporkan
akun atau perilaku yang melakukan bullying.
- Mendukung
teman yang menjadi korban cyberbullying.
- Meminta
bantuan guru atau orang tua jika mengalami masalah di internet.
Ingat,
jejak digital dapat tersimpan lama. Apa yang kita tulis hari ini bisa dibaca
banyak orang di masa depan.
Karena
itu, gunakan media sosial untuk hal-hal yang baik, bermanfaat, dan membawa
kebaikan.
E.
Hikmah Etika Bermedia Sosial
Jika
kita menggunakan media sosial dengan etika yang baik, maka kita akan memperoleh
manfaat, seperti:
- Terhindar
dari dosa menyakiti orang lain.
- Memiliki
lingkungan digital yang aman.
- Menjadi
pengguna internet yang bertanggung jawab.
- Menambah
teman dan relasi yang baik.
- Membantu
menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Ringkasan
Media
sosial adalah alat komunikasi modern yang harus digunakan dengan bijak. Islam
mengajarkan agar kita berkata baik, menghormati orang lain, dan tidak melakukan
cyberbullying. Dengan etika bermedia sosial, kita dapat menciptakan lingkungan
digital yang aman, nyaman, dan penuh kebaikan.
AKHLAK
KARIMAH UNTUK MENCEGAH BULLYING
A.
Pengertian Akhlak Karimah
Dalam
ajaran Islam, setiap muslim diajarkan untuk memiliki akhlak karimah. Akhlak
karimah berarti akhlak yang mulia, baik, terpuji, dan sesuai dengan ajaran
Islam.
Akhlak
karimah harus dimiliki oleh setiap anak muslim dalam kehidupan sehari-hari,
baik di rumah, sekolah, lingkungan masyarakat, maupun di dunia digital.
Contoh
akhlak karimah antara lain:
- Jujur
- Sopan
santun
- Sabar
- Tolong-menolong
- Menghormati
orang lain
- Pemaaf
- Rendah
hati
Anak
yang memiliki akhlak karimah akan berusaha menjaga ucapan dan perbuatannya agar
tidak menyakiti orang lain.
Sebaliknya,
perilaku mengejek, menghina, memukul, mengancam, atau mempermalukan teman
termasuk perilaku buruk yang bertentangan dengan akhlak Islam.
Perilaku
tersebut dapat menyebabkan bullying.
Bullying
dapat terjadi secara langsung maupun melalui internet atau media sosial. Korban
bullying biasanya merasa sedih, takut, malu, bahkan kehilangan rasa percaya
diri.
Karena
itu, akhlak karimah sangat penting untuk mencegah bullying.
B.
Dalil Tentang Akhlak Mulia
Allah
Swt. berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
"Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."
(QS. Al-Baqarah: 195)
Ayat
ini mengajarkan bahwa Allah mencintai orang yang memiliki perilaku baik dan
suka berbuat kebaikan kepada sesama.
Rasulullah
saw. bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
"Sesungguhnya
aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."
(HR. Ahmad)
Hadis
ini menunjukkan bahwa akhlak mulia memiliki kedudukan yang sangat penting dalam
Islam.
C.
Akhlak Karimah dalam Mencegah Bullying
Ada
beberapa sikap akhlak karimah yang dapat membantu mencegah bullying.
1.
Saling Menghormati
Setiap
manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Kita tidak boleh menghina teman
karena bentuk tubuh, warna kulit, kemampuan belajar, ekonomi keluarga, atau
keadaan lainnya.
Menghormati
orang lain membuat persahabatan menjadi lebih baik.
2.
Sopan dalam Berbicara
Ucapan
yang baik dapat membuat orang lain merasa nyaman dan dihargai.
Sebaliknya,
ucapan kasar dapat melukai hati seseorang.
Karena
itu, biasakan menggunakan kata-kata yang sopan, baik saat berbicara langsung
maupun saat menulis pesan di media sosial.
3.
Tolong-Menolong
Islam
mengajarkan umatnya untuk membantu sesama.
Jika
melihat teman menjadi korban bullying, jangan ikut menertawakan. Bantulah teman
tersebut dan laporkan kepada guru atau orang tua.
4.
Empati dan Peduli
Empati
berarti mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain.
Sebelum
mengejek teman, pikirkan terlebih dahulu:
"Bagaimana
perasaan saya jika diperlakukan seperti itu?"
Sikap
empati membantu kita menjadi pribadi yang lebih peduli dan penuh kasih sayang.
D.
Akhlak Karimah di Dunia Digital
Akhlak
baik tidak hanya diterapkan di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital.
Ketika
menggunakan media sosial, kita harus:
- Menulis
komentar yang baik.
- Tidak
menyebarkan hinaan atau ejekan.
- Tidak
mempermalukan teman secara online.
- Menggunakan
internet untuk hal yang bermanfaat.
Meskipun
hanya melalui layar handphone, tulisan kita tetap dapat menyakiti perasaan
orang lain.
Karena
itu, jadilah pengguna media digital yang berakhlak mulia.
E.
Manfaat Memiliki Akhlak Karimah
Orang
yang memiliki akhlak karimah akan memperoleh banyak manfaat, seperti:
- Dicintai
Allah Swt.
- Disukai
guru, orang tua, dan teman.
- Memiliki
banyak sahabat.
- Terhindar
dari pertengkaran dan bullying.
- Menjadi
teladan bagi orang lain.
Lingkungan
sekolah yang dipenuhi akhlak baik akan menjadi tempat belajar yang aman, damai,
dan menyenangkan.
Ringkasan
Akhlak
karimah adalah perilaku mulia yang diajarkan Islam. Sikap seperti sopan santun,
empati, tolong-menolong, dan menghormati orang lain dapat membantu mencegah
bullying dan cyberbullying. Seorang muslim harus menjaga akhlaknya, baik dalam
kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.
NILAI–NILAI
ISLAM DALAM MENCEGAH CYBERBULLYING
A.
Pengertian Cyberbullying
Perkembangan
teknologi membuat manusia semakin mudah berkomunikasi. Saat ini banyak anak
menggunakan telepon genggam, internet, media sosial, dan game online untuk
belajar maupun berinteraksi dengan teman.
Namun,
penggunaan teknologi yang tidak bijak dapat menimbulkan masalah, salah satunya
adalah cyberbullying.
Cyberbullying
adalah tindakan menyakiti, menghina, mengejek, mengancam, mempermalukan, atau
mengganggu orang lain melalui media digital atau internet.
Cyberbullying
dapat dilakukan melalui:
- Media
sosial
- Grup
WhatsApp
- Pesan
pribadi
- Kolom
komentar
- Game
online
- Video
atau gambar yang disebarkan di internet
Contoh
cyberbullying antara lain:
- Menulis
komentar kasar di media sosial.
- Menyebarkan
foto teman untuk ditertawakan.
- Membuat
pesan hinaan di grup kelas.
- Mengancam
teman melalui chat.
- Memberikan
julukan buruk di dunia online.
Perbuatan
tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam karena dapat menyakiti hati orang
lain.
B.
Nilai-Nilai Islam dalam Mencegah Cyberbullying
Islam
mengajarkan banyak nilai kebaikan yang dapat membantu mencegah cyberbullying.
1.
Nilai Kasih Sayang (Rahmah)
Islam
adalah agama yang mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia.
Allah
Swt. berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
"Kami
tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh
alam."
(QS. Al-Anbiya’: 107)
Kasih
sayang berarti memperlakukan orang lain dengan lembut, peduli, dan penuh
kebaikan.
Jika
kita memiliki rasa kasih sayang, kita tidak akan tega menghina atau
mempermalukan orang lain di internet.
2.
Nilai Saling Menghormati
Islam
mengajarkan manusia untuk menghormati sesama.
Setiap
orang memiliki hak untuk dihargai dan diperlakukan dengan baik.
Allah
Swt. berfirman:
وَلَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ
"Janganlah
suatu kaum merendahkan kaum yang lain."
(QS. Al-Hujurat: 11)
Ayat
ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh meremehkan, mengejek, atau menghina
orang lain.
Prinsip
ini juga harus diterapkan dalam penggunaan media digital.
3.
Nilai Tanggung Jawab
Setiap
perkataan, tulisan, dan perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan.
Walaupun
dilakukan di internet, perilaku kita tetap diketahui oleh Allah Swt.
Karena
itu, sebelum mengirim komentar, foto, atau pesan, kita harus berpikir dengan
baik.
Gunakan
media sosial untuk belajar, berbagi ilmu, dan menyebarkan hal positif.
4.
Nilai Kejujuran
Kejujuran
sangat penting dalam kehidupan nyata maupun digital.
Jangan
membuat berita palsu, fitnah, atau cerita bohong tentang teman.
Menyebarkan
kebohongan dapat merusak nama baik seseorang dan menyebabkan cyberbullying.
C.
Dalil Tentang Menjaga Ucapan dan Perilaku
Rasulullah
saw. bersabda:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
"Tidak
boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain."
(HR. Ibnu Majah)
Hadis
ini mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh melakukan tindakan yang
menyakiti atau merugikan orang lain, termasuk melalui media digital.
D.
Cara Mencegah Cyberbullying Menurut Islam
Sebagai
pelajar muslim, kita dapat membantu mencegah cyberbullying dengan cara:
- Menggunakan
bahasa yang sopan di internet.
- Tidak
menyebarkan ejekan atau hinaan.
- Menghormati
privasi orang lain.
- Tidak
menyebarkan berita palsu atau fitnah.
- Melaporkan
tindakan cyberbullying kepada guru atau orang tua.
- Menggunakan
media sosial untuk menyebarkan kebaikan.
Jika
melihat teman menjadi korban cyberbullying, bantulah dan dukung mereka.
Jangan
ikut menertawakan, membagikan, atau memperparah keadaan.
E.
Hikmah Menerapkan Nilai-Nilai Islam di Dunia Digital
Orang
yang menerapkan nilai-nilai Islam dalam penggunaan teknologi akan memperoleh
banyak manfaat, seperti:
- Terhindar
dari dosa menyakiti orang lain.
- Menjadi
pribadi yang bertanggung jawab.
- Memiliki
lingkungan digital yang aman dan nyaman.
- Disukai
teman, guru, dan keluarga.
- Mendapatkan
pahala karena menyebarkan kebaikan.
Ringkasan
Cyberbullying
adalah tindakan menyakiti orang lain melalui media digital. Islam mengajarkan
nilai kasih sayang, saling menghormati, tanggung jawab, dan kejujuran untuk
mencegah cyberbullying. Sebagai pelajar muslim, kita harus menggunakan internet
dengan bijak, menjaga ucapan, dan menyebarkan kebaikan.


Komentar
Posting Komentar